Minggu, 30 Mei 2010

PERTANIAN TANAMAN PANGAN TAHUN 2010

Luas sawah 46.615 ha, berpengairan teknis 37.575 ha (85 %), yang dapat ditanami tanaman padi dua kali setahun, rata-rata luas tanam padi 5 tahun terakhir seluas 86.305,83 Ha, produktifitas sebesar 60,35 Kw/ha, produksi sebesar 491.295 ton GKG dan surplus beras sebesar 244.292 ton/tahun setara beras atau menyumbang (12%) dari target surplus beras 2 juta ton Sul-Sel. Luas tanam jagung tahun 2009, seluas 18.351 ha, produktifitas 57,33 kw/ha, produksi sebesar 81.581 ton, (5,4 %) dari target produksi 1,5 juta ton Sul-Sel. Bantuan benih tahun 2009, bantuan benih langsung (BLBU) tahun 2009 melalui SL-PTT padi non hibrida 4.500 ha (180 unit), padi hibrida 15.000 ha, jagung hibrida 3000 ha dan kedele 500 ha, sedang bantuan benih melalui cadangan benih nasional, padi non hibrida 1.026 ha, padi gogo 700 ha, jagung 5.500 ha.perlu kami sampaikan pada bapak menteri bahwa sudah dua musim tanam telah dilaksanakan perbanyakan benih hibrida kerja sama dengan PT. Sang Hyang Seri dan PT. Biogen dengan luas 200 ha, terluas setelah jawa barat, Balai benih padi tempat kita bermusyawarah ini adalah milik pemkab seluas 45 ha yang fungsinya di tingkatkan menjadi balai benih padi di integrasikan dengan ternak sapi, di samping itu kami juga sudah mempersiapkan lokasi 40 ha persiapan UPTD pembibitan ternak sapi. selanjutnya bahwa harga gabah akhir-akhir ini sedikit mengalami penurunan dari HPP sesuai inpres no. 7 tahun 2009 yaitu gabah kering sawah Rp 2.640, sedang dilapangan hanya berkisar antara 2.500-2.600/kg. juga menjadi masalah adalah kurangnya tenaga panen pada saat panen raya.

Dalam melaksanakan pembangunan pertanian di kabupaten Pinrang ada 4 strategi yang di lakukan antara lain

1. 1. Peningkatan produktifitas

Perbaikan teknologi budidaya melalui penggunaan benih unggul bermutu, pemupukan berimbang, pemakaian pupuk organik dan tidak kalah pentingnya adalah pengawalan dan pendampingan

2. 2. Pengurangan lahan bero (optimalisasi pemanfaatan lahan )

Memperluas areal tanam, perbaikan jaringan irigasi tingkat usaha tani (JITUT), perbaikan jaringan irigasi desa (JIDES), konservasi lahan, pemanfaatan lahan kering dengan bantuan pompanisasi, penanaman palawija dan hortikultura

3. 3. Penguatan kelembagaan

Pengembangan kelembagaan harus lebih dimantapkan, kedepan kerja kolektif kelompok lebih diaktifkan dalam segala aktifitas kelompok , kelembagaan yang harus dikuatkan, poktan, gapoktan, P3A, GP3A, IP3A, KOPTAN, KTNA, HNSI, dan berbagai asosiasi yang mendukung pembangunan pertanian secara luas.

4. 4. Pendapatan kedua

Untuk mempercepat peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani melalui pendapatan kedua yaitu pemeliharaan ternak, integrasi padi-ternak, integrasi tanaman perkebunan-ternak dan integrasi pohon-ternak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar